Statistik

Menerobos Eksotisme Pantai Goa Cemara


Pantai Goa Cemara, mungkin nama objek wisata tersebut masih asing di telinga Anda.
Apa sebenarnya Pantai Goa Cemara ? sebuah pantai atau sebuah Goa sih?

Pantai Goa Cemara merupakan objek wisata pantai yang terletak di Kabupaten Bantul. Jika Anda pernah ke Pantai Parang Tritis di Yogyakarta, Pantai Goa Cemara merupakan satu deretan dengannya, tepatnya sebelah barat sekitar 20 km.
Pantai Goa Cemara sekitar 30 km dari pusat kota jogja, bisa ditempuh melalui jalan Bantultepatnya di Dusun Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta.

objek wisata bantul, pantai, pantai di yogyakarta, pantai goa cemara,

Lalu mengapa namanya Pantai Goa Cemara?
Sebelum kita memasuki pantai, terlebih dahulu kita harus melewati "hutan" cemara yang cukup luas. Di pantai tersebut, memang tumbuh secara rimbun pohon cemara berjenis cemara udang, bentuk pohon yang lebat dan rantingnya saling bertubrukan sehingga membentuk sebuah "terowongan" layaknya Goa, maka dari itu pantai ini disebut Pantai Goa Cemara. Pohon cemara yang cukup lebat dapat menangkis terpaan sinar matahari yang terik, Jadi Anda tak perlu takut kepanasan jika berwisata di Pantai ini. Kita bisa menikmati hembusan angin laut dan deburan ombak dibawah pohon cemara. 
objek wisata bantul, pantai, pantai di yogyakarta, pantai goa cemara,

Nuansa tradisional juga sangat kental jika kita melihat bangunan bangunan warung makan sea food yang dibuat dengan bambu dan bentiuknya seragam, sehingga tampak rapi dan tertib. Pantai Goa Cemara memiliki ciri khas pantai selatan dengan pasir hitam yang lembut namun mempunyai ombak yang besar. Sehingga Anda perlu hati-hati jika ingin bermain Air.

objek wisata bantul, pantai, pantai di yogyakarta, pantai goa cemara,

Harga Tket masuk ke Pantai Goa Cemara adalah Rp. 5.000 (2 orang 1 motor)
Denah peta ke Pantai Goa Cemara

objek wisata bantul, pantai, pantai di yogyakarta, pantai goa cemara,



09.29 | 6 komentar | Read More

Wisata Ekstrim Kalisuci Jogja, Yang Sedang Naik Daun

Berwisata tak melulu identik dengan hal-hal yang membuat kita santai dan rileks. Wisata alternatif tak jarang menawarkan tantangan yang cukup ekstrim yang memicu adrenalain. Salah satu wisata ekstrim yang sedang naik daun di kawasan Gunung Kidul yogyakarta adalah cave tubing kalisuci. Ekowisata kalisuci ini menawarkan perpaduan antara eksotisme pemandangan alam dan tantangan yang memacu adrenalin. Wisata ekstrim ini terletak di pedukuhan Jetis, Pasar Rejo, Semanu ,Gunung Kidul 6 km sebelah timur Kota Wonosari atau sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Jogja.

Cave Tubing Kalisuci, akan membawa Anda menyusuri sungai bawah tanah yang mengalir dengan arus yang cukup deras. Sebelum mencapai ke lokasi start, pengunjung diajak untuk tracking perbukitan terlebih dahulu. Kemudian sesampainya di gua, kita harus menuruni gua sedalam 30-40 meter. Setelah sampai dasar gua, baru kita bisa melaukan aktivitas tubing (arung jeram menggunakan ban dalam). Di sinilah kita akan merasakan sensasi yang menabjubkan. Pasalnya, kita akan menyusuri arus sungai bawah tanah sepanjang 700 meter. Disaat adrenalin terpacu, mata kita akan dipukau oleh keindahan dinding-dinding gua yang tersusun dari batu kapur yang indah.

Meskipun arus sungai cukup deras, pengamanan yang diberikan cukup aman, sebab kita akan dilengkapi dengan pelampung, pelindung lutut dan lengan serta pelindung kepala. Dalam sekali menyusuri gua dan sungai kita bisa menghabiskan waktu 1,5 hingga 2 jam.



Harga paket wisata cave tubing kalisuci ini pun cukup terjangkau, sebanding dengan sensasi yang kita peroleh.
** sedikit tips untuk berlibur di cave tubing kalisuci, usahakan jangan pas musim hujan, cobalah saat masa peralihan musim hujan ke kemarau, sebab kalau hujan, air tampak keruh, sedang kalau musim kemarau arus air kurang deras.

07.35 | 2 komentar | Read More

Pantai Papuma Keindahan di Permukaan dan di Dalam Laut

Pernah mendengar nama pantai papuma?
Pantai dengan nama panjang Pasir Putih Malikan ini terletak di pesisir pantai selatan Jawa. Pantai Papuma tergolong pantai yang memiliki pasir putih dan ombak yang sedang. Untuk mencapainya, Anda cukup menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari kota Jember dengan kecepatan 60km/jam. 
pantai papuma,tanjung papuma
Pantai Papuma Di lihat dari atas bukit
Pantai papuma, masih alami dan asri belum tersentuh dengan pembangunan infrastruktur, hanya beberapa cottage kecil yang ada di sekitar pantai yang disediakan bagi tourist yang ingin menginap. 

Seperti namanya, Pantai Papuma memiliki pasir putih yang bersih dan lembut, cocok untuk bermain. Ombaknya yang tenang dan tidak terlalu besar membuat pantai ini tak terlalu berbahaya, namun jangan harap bisa berenang dengan aman di tepian pantai, sebab pantai ini memiliki karang-karang. Pemandangan yang sangat indah ada di depan pantai, sebuah "menara" karang yang berdiri kokoh menjulang. Batu karang tersebut bernama siti hinggil yang berarti tanah tinggi.

Siti Hinggil, karang yang berdiri setinggi 50 meter
Untuk menikmati keindahan pantai dan karang dari atas, terdapat anak tangga yang sengaja dibangun untuk memudahkan wisatawan mendaki bukit. Dari atas pemandangan akan terlihat sangat indah, selain pantai pasir putih dan karang, di sana juga terdapat perahu nelayan yang bersandar di pantai.
Deretan anak tangga dan saung untuk menikmati keindahan
Pantai Papuma dari atas bukit
Selain keindahan di permukaan laut, pantai papuma juga menyimpan keindahan yang begitu indah di dalamnya. Terumbu karang dan satwa laut di dalamnya dapat dilihat dengan jelas saat kita melakukan diving atau snorkling. Kondisi pantai yang masih alami memungkinkan satwa bawah laut ini hidup dan membentuk sebuah koloni yang indah. Namun, untuk melakukan penyelaman haruslah yang sudah profesional, sebab arus bawah laut pantai ini cukup deras.



Sayangnya belum banyak fasilitas yang disediakan di pantai ini, karena belum sepenuhnya dikembangkan. Untuk memasuki wisata ini biaya retribusinya cukup murah hanya Rp. 7.000
17.19 | 2 komentar | Read More

8 Penampakan Awan Yang Menyerupai UFO

UFO (kendaraan luar angkasa ang digunakan oleh alien) memang sdah menjadi isu sejak Abad 13. Meskipun keberadaannya sampai saat ini belum dipastikan secara pasti, namun banyak orang yang mengaku pernah melihatnya. Sehingga tak sedikt orang yang mempercayai adanya makhluk luar angkasa yang ada di Planet lain.

Sejarah penemuan UFO adalah ketika tahun 1235 ketika pasukan Jepang melihat benda yang aneh di langit, kemudian mereka mempelajari apa sebenarnya benda tersebut, yang belakangan diketahhui bahwa penampakan tersebut hanyalah sebuah fenomena alam. 

Banyak kejadian alam yang tergambar di langit yang terlihat menyerupai bentuk UFO. Bentuk UFO memang sering dicitrakan sebagai objek bulat yang melayang dan bergerak di langit.

Berikut ini adalah 11 penampakan fenomena alam yang pada di jaman dahulu dikira UFO oleh orang-orang awam yang ada di bumi. Penampakan tersebut aslinya adalah awan yang terbentuk akibat tekanan udara dan angin.
Awan atau UFO ? Ini adalah awan lenticular yang terlihat
di Pentagonia - Argentina

Pemain Sky mengabadikan foto awan terlihat
seperti UFO yang sangat dekat.
Awan lenticular biasanya terbentuk di atas pegunungan yang tinggi,
sebelum terbawa angin dan menakuti penduduk kota.
Awan ini seperti tombol yang berlayar di udara

Awan ini bergerak pada garis yang sama mengikuti yang terdepan, 


Awan lenticular juga dapat bertumpuk di langit


Awan lentiicular ini terlihat "seram" sebab terjadi di sore hari yang
menangkap cahaya matahari di cakrawala.

Bentuknya yang khas, karena terbentuk oleh lebih dari satu
 pegunungan sebelum kemudian hanyut.


05.59 | 0 komentar | Read More

Curug Siputri, Air Terjun Menyerupai Pengantin

Beberapa waktu lalu pernah muncul film horor berjudul Air terjun Pengantin. Namun film  tersebut tidak ada hhubungan sama sekali dengan tempat wisata alternatif air terjun siputri (curug siputri) ini. Yang unik dari air terjun ini adalah bentuk air terjun kalau dilihat-lihat menyerupai sosok pengantin yang memakai gaun putih. Itulah sebabnya curug ini dinamakan curuk siputri.
curug siputri,air terjun pengantin,air terjun siputri,curug jawa barat
Bentuk aliran air terjun menyerupai seorang pengantin
Curug Siputri terletak di daerah wisata  palutungan (dibawah gunung ciremai) Kab. Kuningan Prov. Jawa Barat. Letak air terjun ini hanya beberapa puluh meter dari post penjagaan Taman Nasional Gunung Ciremai, untuk memasuki taman nasional Anda harus menebus karcis sebesar Rp. 7000.

10.31 | 6 komentar | Read More

Menembus Asrinya Air Terjun Maribaya Bandung

Tempat wisata Maribaya terletak di Jl. Maribaya, Lembang, Bandung Utara (Kab. Bandung, Jawa Barat). Jarak Objek wisata ini dari kota Bandung sekitar 21 Km , atau sekitar 5 Km dari kota Lembang ke arah timur. Sedangkan jika dari Kota Cimahi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat yaitu sekitar 45 menit.

Untuk menjangkau tempat wisata Maribaya ini pengendara harus ektra hati-hati, pasalnya jalanan yang dilalui cukup berliku dan tikungan yang tajam. Apalagi jalanan yang berada dilereng bukit dan kendaraan yang lalu lalang cukup padat sehingga para penggendara harus lebih berhati-hati. Meskipun demikian,apabila telah sampai di tempat wisata Maribaya, semua kepenatan dan kecemasan akan terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan.


Pada objek wisata Maribaya ini terdapat kolam pemandian air panas, dan beberapa air terjun yakni : Curug Cigulung, Curug Cikoleang, Curug Cikawiri dan Curug Omas. Curug Omas, dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Dengan dilengkapi fasilitas berupa dua jembatan pengamat dari sisi bagian atas dan bawah yang memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk bisa lebih leluasa menikmati air terjun tanpa perlu takut menjadi basah.



Untuk memasuki tempat wisata ini dihargai Rp.10.000 per orang, dan bagi yang ingin mandi di kolam air panas juga dihargai Rp. 10.000 per orang. Di area wisata Maribaya ini juga tersedia cenderahati yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung. Mulai dari tsirt yang bertuliskan “Bandung”, gantungan kunci yang bertuliskan “Maribaya”, tas batik, sandal yang terbuat dari bambu dan lain sebagainya.
07.33 | 1 komentar | Read More

Gedung Sate Bandung, Sebuah Kebanggaan Masyarakat Bandung



Bagi warga Bandung dan sekitarnya nama Gedung Sate tentu tak asing lagi di telinga mereka. Bandung memang lahir dengan kesejarahan yang mengitarinya. Termasuk salah satunya Gedung Sate yang bisa dijadikan sebagai manifestasi sejarah yang membentuk Bandung dan tak akan lekang dimakan usia. Gedung Sate ini berdiri kokoh sejak jaman kolonial Belanda.

Ciri Khas

Ciri khas Gedung Sate yakni berupa ornamen tusuk sate yang berada pada menara sentralnya.

Ornamen tersebut tentunya telah menjadi penanda atau markah bagi tanah kota Bandung yang tidak saja terkenal di seantero Jawa Barat saja, melainkan sampai ke seluruh peslosok tanah air. Ciri khas Gedung Sate tersebut juga menjadi pertanda pada beberapa bangunan lain dan objek wisata di Jawa Barat.

Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat dan juga bisa dijadikan referensi tempat wisata Indonesia. Sebabnya, sejatinya warga masyarakat khususnya yang berada di tataran Jawa Barat mesti bangga dengan penanda yang sarat akan nilai sejarah tersebut.

Peletakan Batu Pertama

Gedung ini pada masa Belanda disebut dengan Gouvernements Bedrijven (GB). Peletakan batu pertama bangunan ini dilakukan oleh seorang puteri sulung Walikota Bandung ketika itu B. Coops dan Petronella Roelofsen, yakni Catherine Coops, yang mewakili Gubernur Jenderal Batavia JP Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920. Selain itu, Gedung Sate juga merupakan hasil karya dan kreasi sebuah tim yang terdiri dari Ir. J. Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors.

Proses pembangunan itu melibatkan2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan China yang berasal dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).

Lokasi

Gedung Sate ini terletak di Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

Selamat Berkunjung!
13.18 | 0 komentar | Read More