Kuliner di Magelang

Bagi masyarakat di luar daerah Magelang, barangkali belum banyak yang mengenal makanan khas Kupat Tahu. Namun siapa sangka, makanan berupa campuran ketupat, tahu, sayuran dan bumbu kacang ini mampu menyedot pengunjung di Festival Jamu dan Kuliner Internasional 2013. Festival yang di gelar di Kantor Gubernuran Jl Pahlawan Semarang Jawa Tengah pada 13-15 September 2013.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang, Suko Tri Cahyo mengungkapkan kebanggaannya ketika kupat tahu menjadi salah satu makanan favorit pengunjung di antara ratusan makanan yang ada di festival berkelas internasional itu.

“Kami menerima banyak masukan terkait makanan khas Magelang apa yang cocok untuk kami bawa ke festival. Tapi kami pikir kupat tahu memang paling pas dan ternyata memang benar banyak pengunjung yang suka.


Menurut Suko, meskipun sederhana namun kuliner kupat tahu mempunyai cita rasa yang unik. Manis dan pedas seperti kegemaran masyarakat Jawa pada umumnya. Dikatakan Suko, melalui festival tersebut pihaknya ingin masyarakat Indonesia dan mancanegara lebih mengenal menu khas Magelang.

Festival ini, jelas Suko, diselenggarakan dalam rangka Visit Jateng 2013 yang diharap mampu meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Jateng. Ada 10 negara peserta festival, yakni Spanyol, Cina, Cekoslovakia, Jepang, Mesir, Polandia, Rusia, Vietnam, Austria, dan Jerman serta Indonesia. Selain itu, ada 5 negara peninjau, seperti Filipina, Myanmar, dan Singapura.

Setidaknya ada 53 stan yang terdiri atas 28 kabupaten dan kota di Jateng, gabungan pengusaha jamu Jateng, perwakilan dari Banten dan Jawa Timur serta jamu gendong. “Kita tentu sangat bangga bisa ikut festival internasional ini. Apalagi, kupat tahu yang kita bawa laris manis dibeli para pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Dalam festival yang digelar pertama kalinya itu, pihaknya menggandeng Endang Susilowati (59) yang memiliki usaha kuliner Kupat Tahu Lezzzat. Racikan kupat tahu Endang memang dikenal memiliki cita rasa berbeda dibanding yang lain.

Endang mengaku bangga karena mendapat kepercayaan dari Pemerintah Kota Magelang meracik kupat tahu untuk dibawa ke festival tingkat internasional itu. Selama festival berlangsung, Endang menyediakan sekitar 200 porsi setiap hari dan selalu tidak tersisa.

0 komentar:

Posting Komentar