Pantai Tersembunyi



Birunya laut pun belum terlihat. Mata ini seketika terbelalak melihat tebing-tebing tinggi yang menjulang tinggi. Kepala terus menengadah untuk temukan puncak tebing yang terlihat sangat dekat dengan birunya langit. Tebing tinggi itu seakan terus mengikuti kendaraan yang melintasi jalur berkelok.

Tak lama, birunya laut itu mulai terlihat sedikit dari atas. Banyak yang mengabadikan gambar di antara tebing di sisi kiri dan kanan itu. Di sisi kiri tebing terdapat ukiran patung-patung dari batuan kapur yang terlihat baru dibuat. Patung-patung itu menggambarkan tokoh Pandawa Lima, tokoh pewayangan Mahabharata. Ukiran Sang Pencipta dan manusianya bersatu padu di sana.

Melalui jalan berliku yang menurun diantara tebing tinggi itu, akhirnya membawa kita ke Pantai Pandawa. Tebing-tebing itu seakan menjadi pintu masuk menuju surga di Pantai Pandawa.

Pantai yang terletak di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, ini mungkin kurang populer dibanding pantai Kuta, Jimbaran, dan Dreamland. Namun keindahan pantai ini mulai santer terdengar dan memang membuat penasaran. Benar saja, tak hanya disuguhkan pasir putih dan birunya laut, tapi juga tebing-tebing yang memesona.

Pantai ini mulai ramai dikunjungi wisatawan setelah motor, mobil, hingga bus dengan mudahnya melintas di atas aspal yang mulus. Hamparan pasir putih yang dulu kosong dan sepi, kini berjajar kursi-kursi panjang berpayung untuk menikmati pantai.

Pantai ini memang tidak seramai Kuta. Suasananya masih sepi, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk kota. Anda bisa leyeh-leyeh di atas pasir putih yang lembut, menghadap lautan dengan gradasi warna birunya.

Ada pula yang menyewakan perahu dayung jenis kano. Anda bisa membawa kano beberapa meter dari pinggir laut dengan ombak yang tenang. Di sini juga sudah ada penyewaan alat untuk snorkeling.

Pantai ini dihuni warga Kutuh yang menghabiskan waktunya sebagai petani rumput laut. Perahu-perahu nelayan itu tertata apik di tengah laut. Waktu mereka untuk mengambil rumput laut yaitu ketika laut surut.

Namun, jumlah mereka yang mencari rumput laut kini lebih sedikit setelah akses ke Pantai Pandawa dibuka menjadi tempat wisata. Hanya terlihat sekitar 6 orang petani rumput laut yang sedang membersihkan dan menjemur hasil panennya.  Rumput laut itu mereka jual ke kota seharga Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram. Dengan penghasilan tidak terlalu banyak itu akhirnya banyak yang mencari mata pencaharian lain.

Di pesisir pantai juga mulai banyak berjajar pondok-pondok dari kayu yang menjual makanan dan minuman. Anda dapat merasakan segarnya minuman dari olahan rumput laut itu.

Pantai Pandawa lokasinya tak jauh dari Jalan Raya Uluwatu. Dari taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) saja hanya sekitar 15 menit menggunakan kendaraan. Biaya masuk ke lokasi wisata ini juga cukup terjangkau, yaitu Rp 2.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 5.000 untuk wisatawan mancanegara.

Meski mulai ramai dikunjungi turis, pantai ini tetap mendapat julukan private atau secret beach. Kebersihan dan keindahan pantai ini diharapkan dapat terus terjaga meskipun mulai banyak wisatawan yang datang. Wisatawan diminta tidak meninggalkan sampah ketika mengunjungi destinasi baru ini.

1 komentar:

dimas mengatakan...

amazing :)

Posting Komentar